Mendaki Ke Puncak Gunung Bromo

Mendaki ke puncak Gunung Bromo merupakan rangkaian kegiatan wisata utama di kawasan Gunung Bromo yang tidak boleh dilewatkan, kegiatan ini biasanya dilakukan setelah wisatawan kembali dari Pananjakan. Umumnya wisatawan berangkat dari hotel sekitar jam 3 pagi menuju Pananjakan, setelah selesai melihat sunrise dan keindahan Gunung Bromo dari ketinggian, mobil jeep carteran akan membawa wisatawan kembali ke arah lautan pasir Bromo untuk menuju kawasan Pura Luhur Poten dan kawah Gunung Bromo.

Pemberhentian Jeep Menuju Puncak Bromo
Pemberhentian jeep.

Setelah menempuh perjalanan terjal sekitar 15 menit, jeep akan sampai di tempat pemberhentian di tengah lautan pasir, beberapa ratus meter sebelum Pura Luhur Poten, dari sini perjalanan menuju puncak bromo dapat dilanjutkan dengan mengendarai kuda atau berjalan kaki. Jarak dari pemberhentian jeep sampai mendekati anak tangga menuju puncak cukup jauh dan sebagian jalurnya menanjak terjal, untuk anda yang merasa tidak memiliki fisik cukup kuat sebaiknya menggunakan jasa penyewaan kuda dengan tarif yang cukup terjangkau sekitar Rp. 30.000 sekali jalan sampai ke kawasan Pura Luhur, dekat tangga menuju puncak.

Lautan Pasir Bromo
Melewati lautan pasir.

Pura Luhur Poten Bromo
Pura Luhur Poten Bromo.

Namun apabila anda merasa cukup kuat dan memiliki jiwa petualangan yang besar, ada baiknya anda mencoba untuk berjalan kaki melewati lautan pasir kemudian mendaki sekitar 250 anak tangga terjal menuju bibir kawah. Selama perjalanan ini anda akan berjalan di antara Gunung Batok di sebelah kanan dan Pura Luhur Poten di sebelah kiri, pemandanganya sangat menakjubkan. Namun demikian selama perjalanan anda sangat mungkin terpapar oleh sinar matahari yang menyengat, di waktu tertentu seperti musim kemarau lautan pasir pun kerap kali berubah menjadi debu yang dapat mengganggu pernafasan. Jadi walaupun hanya berupa proses hiking ringan, sebaiknya persiapkan diri anda sebelumnya, misal dengan menggunakan krim pelindung sinar matahari agar kulit anda tidak terbakar, serta membawa masker / penutup hidung agar debu tidak terlalu mengganggu pernapasan anda.

Jalur menanjak menuju puncak Bromo
Jalur menanjak menuju puncak Bromo.

Tangga menuju puncak Bromo dari kejauhan
Tangga menuju puncak Bromo dari kejauhan.

Awal perjalanan melewati lautan pasir jalan yang dilalui cukup landai, namun akan terasa cukup berat karena tekstur pasir yang lebut berdebu, kurang lebih rasanya seperti berjalan di pasir pantai. Perhatikan arah angin agar anda bisa sedapat ungkin menghindari debu. Gunakanlah sepatu yang menutup kaki dengan sempurna dan nyaman digunakan, lebih baik lagi jika menggunakan sepatu gunung, menggunakan sandal sepertinya bukanlah ide yang baik. Bawalah air minum karena mungkin saja tanpa disadari anda terkena dehidrasi, hal ini sering terjadi pada aktifitas di tempat terbuka yang bersuhu dingin namun terpapar langsung cahaya matahari. Jangan menggunakan jaket yang terlalu tebal. Karena mendaki ke puncak Bromo biasanya dilakukan setelah pulang dari Pananjakan di pagi hari yang bersuhu sangat dingin, wisatawan kebanyakan masih menggunakan jaket yang tebal, ada baiknya anda mengganti dengan jaket yang lebih tipis atau baju lengan panjang, sehingga anda tidak akan kepanasan dan terlalu banyak berkeringat utamanya ketika melewati jalan yang menanjak dan mendaki.

Tangga menuju puncak Bromo
Tangga menuju puncak Bromo.

Pemandangan dari tangga menuju puncak Bromo
Pemandangan dari tangga menuju puncak Bromo.

Toilet tersedia di sebelah kanan tidak jauh dari pemberhentian jip. Di sekitar Pura Agung dan area menuju tangga terdapat beberapa warung tenda yang menjual minuman dan makanan kecil, dapat digunakan sebagai tempat beristirahat melepas lelah sambil menikmati pemandangan. Selepas kawasan Pura Luhur jalan yang dilalui akan berubah menjadi tanjakan terjal yang sangat melelahkan, namun jalan ini masih bisa dilalui oleh kuda, apabila anda lelah janganlah merasa gengsi untuk berubah pikiran menggunakan jasa kuda sampai ke mulut tangga.

Suasana Puncak Bromo
Suasana Puncak Bromo.

Kawah Gunung Bromo
Kawah Gunung Bromo.

Tantangan terakhir menuju puncak Bromo ialah tangga yang membentang curam menuju bibir kawah. Karena erupsi Bromo, anak tangga ini banyak tertutup pasir sehingga sedikit sulit untuk dipijak, udara yang tipis di ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut juga biasanya cukup menyulitkan dan membuat napas terengah-engah karena kadar oksigen yang tipis. Namun demikian sesampainya di puncak semua kelelahan tadi akan terbayarkan oleh kemegahan kawah Gunung Bromo dan keindahan alam yang spektakuler. Kawasan bibir kawah ini sangat sempit dan curam, sebaiknya anda sangat berhati-hati ketika berada di sini. Dalam mendaki gunung, perjalanan naik adalah setengah jalan, persiapkan fisik dan mental anda untuk perjalanan turun agar selamat sampai tujuan berikutnya yakni Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik. (Yogi, Indotravelers)


Artikel Lainya